Jumat, 01 Juli 2011

BERAGAM FAKTA TENTANG OTAK

| Jumat, 01 Juli 2011 | 0 komentar



Ketika seorang bayi lahir, ia mempunyai 1.000.000.000.000 sel otak (neuron).Cobalah anda bandingkan dengan jumlah penduduk bumi pada abad 21 yang berjumlah sekitar 6.000.000.000. hal ini menunjukkan bahwa di dalam kepala bayi ada sel otak sebanyak 166 kali lipat jumlah manusia hidup di planet ini.
Setiap sel otak mempunyai ratusan, bahkan ribuan cabang atau tantekel yang sangat menyerupai gurita berukuran mikro. Setiap tentakel tersebut berisi jamur atau spina dendrite yang mengandung ribuan zat kimia. Itulah yang bertugas membawa pesan di antara sel otak, seluruh informasi di dalam setiap pikiran, setiap daya ingatan yang di miliki, serta setiap pengalaman belajar.

Sebagai contoh, saat Anda berpikir, sebuah gelombang elektromagnetik akan bergerak turun ke cabang sel otak, kemudian memicu zat kimia di dalam salah satu jamur. Selanjutnya, gelombang elektromagnetik tersebut akan menyeberangi jarak pendek dengan cepat guna memicu zat kimia di dalam spina dendrit lainnya. Lalu, gelombang elektromagnetik itu akan memicu respons elektromagnetik pada sel otak sebelahnya.
Proses tersebut terus berlangsung sampai membentuk jejak setapak yang mirip jejak setapak berliku-liku di dalam hutan besar. Selain itu, apabila diperhatikan secara seksama, kecepatan gerak zat kimia ini menyerupai air terjun Niagara. Dan, jika diselidiki lebih lanjut, maka jumlah jejak pikiran tersebut akan membentuk deretan angka sepanjang 10,5 juta KM bila dibuat dalam bentuk teks normal.

Begitu banyaknya kemungkinan bahwa hal itu ialah  otak manusia, jika diserupakan dengan keyboard, maka ia mampu memainkan ratusan juta melodi. Terkait ini, perlu diketahui bahwa tidak ada seorang pun yang masih hidup, yang pernah mencapai penggunaan otak secara optimal dan maksimal sungguh, kekuatan otak manusia tidak ada batasan nya.

Sebenarnya, ada suatu perbedaan terhadap penggunaan otak pada orang yang biasa saja dan orang yang jenius. Orang yang biasa saja menggunakan 3% kapasitas otaknya dalam melangsungkan kehidupan lain halnya dengan orang jenius. Ia memanfaatkan kapasitas otaknya hingga 4%.
Pada dasarnya, semua ikan, serangga, burung, ataupun hewan lainnya mempunyai sel otak yang sama dengan otak yang kita miliki. Hanya saja, jumlah sel otaknya lebih sedikit daripada kita. Nah, perbedaan jumlah sel otak yang dipunyai itulah yang menentukan kecerdasan suatu jenis makhluk hidup.

Cobalah bandingkan dengan sel otak yang dimiliki oleh seekor lebah. Seekor lebah mempunyai sekitar 1.000.000 sel otak. Dengan ungkapan lain, seekor lebah memilik 1/1.000.000 jumlah sel otak yang di punyai oleh manusia. Perbedaan jumlah sel otak antara seekor lebah dan manusia cukup signifikan bukan?
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh seekor lebah dengan bantuan otak yang dimilikinya. Di antaranya ialah aktivitas melihat, mendengar, mencium, mengecap, terbang, berkelahi, meraba, menyentuh, membangun rumah, mengendalikan, suhu, menghitung, berjalan, berlari, melindungi dirinya sendiri, kemampuan bernavigasi, mengingat sesuatu, bermain, berkembang biak, mengasuh, serta bekerja sama secara konstruktif dan kooperatif dalam komunitas.

Apabila seekor lebah yang jumlah sel otaknya kurang dari satu juta mampu melakukan semuanya itu, cobalah pikirkan tertang segala sesuatu yang bias dilakukan oleh manusia. Sebenarnya sewaktu kecil, di dalam orak kita terjadi sebuah ledakan.

Ketika ledakan tersebut  berlangsung, setiap sel otak (neuron) yang jumlah nya berjuta-juta akan mengeluarkan sejumlah serat yang teramat halus dan kecil ke semua penjur. Kemudian, setiap sel otak akan mencari dan membuat sambungan dengan ribuan ataupun puluhan ribu sel otak lainnya. Inilah yang di sebut Interkoneksi

Proses tersebut akan terus berlangsung seumur hidup. Sesugguhnya, ketika lahir, jumlah sel otak kita tidak akan bertambah lagi. Dan, yang terus bertambah ialah jumlah Interkoneksi itu. Kita mesti mengetahui bahwa yang menetukan kecerdasan seseorang bukanlah jumlah sel otaknya sebenarnya, sel otak kita telah mempunyai kapasitas yang jauh lebih dari sekedar jenius. Makanya, kecerdasan seseorang dirtentukan oleh jumlah  Interkoneksi sel otak. Dan, jumlah Interkoneksi sel otak tersebut dipengaruhi oleh mutu makanan otak makanan otak yang di maksud di sini ialah oksigen , nutrisi, informasi, dan kasih sayang.

Ada baiknya bila kita memahami bahwa Tuhan telah mamberikan kamampuan yang tiada terbatas kapada manusia, yang belum pernah tereksplorasi oleh orang yang paling jenius didunia sekalipun. Semuanya ini bertujuan agar manusia mampu menaklukkan dunia, serta menjadi penguasa atas semua makhluk Nya.
Semestinya, manusia menyadari bahwa kecerdasan yang dimiliknya merupakan anugerah Tuhan sebagai makhluk ciptaan yang mulia, yang harus digunakan untuk menaati-Nya, bukan menentang-Nya.  Semakin banyak dan sering seseorang belajar, maka ia semakin mengetahui bahwa batapa sedikitnya yang telah diketahui olehnya.

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

 
© Copyright 2010. yourblogname.com . All rights reserved | yourblogname.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com